Rokan Hulu Canangkan Kabupaten BUMDes

Posted by on Jun 6, 2015 in BUM Desa | 0 comments

Rokan Hulu Canangkan Kabupaten BUMDes

Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi secara resmi mencanangkan Rokan Hulu sebagai Kabupaten Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pertama di Indonesia.

Sebagai tolak ukurnya, atas keberhasilan pemerintah daerah sejak tahun 2007 yang punya perhatian lebih dalam menjalankan program pemberdayaan desa (PPD) yakni Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini telah berkembang di 16 kecamatan se-Rokan Hulu.

Pencanangan Rokan Hulu sebagai kabupaten BUMDes pertama di Indonesia, bersamaan dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-43 tingkat Kabupaten Rohul yang dipusatkan di Desa Rambah Baru Kecamatan Rambah Samo. Sekaligus pengukuhan dan melantik pengurus dari 18 BUMDes di Rohul.

Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi menyebutkan, keberadaan BUMDes di Rokan Hulu yang kini terbanyak di Sumatera bahkan nasional, merupakan perkembangan dari UED-SP yang telah mandiri dalam mengelola simpan pinjam.
Karena UED SP dan BUMDes merupakan suatu lembaga mikro ekonomi yang berada di desa dan saat ini menjadi ikonnya Kabupaten Rohul.

Kebersihan BUMDes di Rohul lanjut Achmad, dibuktikan, sudah puluhan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi tidak hanya di Sumatera tapi Jawa, Kalimantan, Sulawesi melakukan studi banding ke Kabupaten Rohul untuk mempelajari kesuksesan BUMDes di Rokan Hulu yang hingga saat ini sudah berdiri di 122 dari 147 desa yang tersebar di 16 kecamatan.

Sementara 25 desa yang saat ini masih berstatus UED-SP, ditargetkan pada tahun 2016 mendatang 100 persen desa  sudah berdiri BUMDes. Karena keberadaan UED-SP dan BUMDes di Rohul sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di segala sektor.

Termasuk pemerintah daerah dari penguatan lembaga mikro ekonomi di desa itu telah menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Rohul. Apalagi dari data UED-SP dan BUMDes di Rohul, saat ini sekitar 43.540 masyarakat di Rokan Hulu telah memanfaatkan lembaga mikro ekonomi desa itu sebagai tambahan modal usaha dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Achmad mengaku bangga berjalan suksesnya UED-SP dan BUMDes di Rohul, itu diukur dari tingkat penunggakan masyarakat rata-rata sekitar 2-3 persen, bahkan ada beberapa desa zero (nol) tunggakan.

Sementara rata-rata tingkat pengembalian masyarakat lebih kurang 97 persen, dan persentase itu melebihi dari tingkat kredibilitas perbankan.

‘’Kita tidak membangga dan menyombongkan diri, hampir seluruh kabupaten/kota bahkan provinsi di Indonesia datang ke Rohul untuk studi banding, melihat manajemen, keberhasilan, metode, pengelolaan Bumdes di Rohul. Sehingga dari keberhasilan itu, hari ini (Rabu, red) saya mencanangkan Rokan Hulu sebagai kabupaten Bumdes pertama di Indonesia,’’ sebutnya.(adv/a/mal)

Leave a Reply