Kelompok Tani “Katata” Panen Bareng Hero Supermarket

Posted by on Jun 7, 2015 in BUM Petani | 0 comments

Kelompok Tani “Katata”  Panen Bareng Hero Supermarket

Kerja sama Universitas Padjadjaran dengan PT. Hero Supermarket Tbk., yang juga difasilitasi oleh Bank Indonesia untuk melakukan pengembangan dan pembinaan Kelompok petani lokal “Katata” di kawasan Pangalengan telah membuahkan hasil. Produk sayuran yang telah dipasarkan kini telah menembus angka permintaan yang cukup besar.

“Kita apresiasi langkah Unpad untuk menghasilkan produk pertanian yang bagus untuk dipasarkan,” ujar Arief Istanto, Director of Corporate Affair, Industrial Relation dan Risk Management PT. Hero Supermarket Tbk., saat melakukan peninjauan dan panen bersama ke kebun induk Kelompok Tani “Katata” di Kampung Cinangsi, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Jawa Barat, Rabu (27/05).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, M.S., Kepala Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad, Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., perwakilan dosen Unpad, Presiden Direktur PT. Hero Supermarket Tbk., Stephane Deustch, dan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kanwil VI Jabar Banten, Nita Yosita.

Menurut Arief, produk bersama (co-branding) yang dinamai “Katata” ini memiliki kualitas yang baik. sehingga bukan tidak mungkin akan mampu menembus pasar internasional. Untuk itu, pihaknya menggandeng Unpad guna meningkatkan kualitas produk pertanian lokal agar memiliki daya saing.

“Produk ini tentunya harus memenuhi beberapa persyaratan yang disesuaikan dengan standar ritel modern. Kerjasama kami dengan Unpad sebagai wujud kontribusi bersama untuk bangsa dalam memajukan pertanian di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Tomy mengatakan, pembinaan Kelompok Tani “Katata” berawal dari riset yang dilakukannya pada tahun 2010. Kemudian ada permintaan dari pihak eksportir untuk mengembangkan model sehingga para petani lokal bisa mengekspor hasil pertaniannya.

Dr. Tomy pun mengembangkan model manajemen rantai pasok (supply chain management) yang melibatkan langsung petani lokal dengan pasar. Kelompok tani “Katata” pun menjadi model pengembangan sistem rekayasa sosial ini.

“Dulu hanya 12 orang yang bergabung di “Katata”. Sekarang, dengan model yang masif ini, anggota kelompok “Katata” sudah berjumlah 120 orang dan melibatkan 8 desa,” jelasnya.

Di lahan kebun induk tersebut ditanami tomat, wortel, dan kentang. Dr. Tomy juga melakukan kerja sama dengan perusahaan pembibitan hingga skala internasional. Untuk tomat, jenis yang ditanam yaitu tomat beef sedangkan untuk wortel ada 7 jenis yang ditanam.

Menurut Dr. Tomy, program pengembangan tersebut kini menjadi program riset unggulan Unpad yang didanai Dikti melalui Hibah Penelitian Unggulan Strategi Nasional. Bahkan, beberapa profesor Unpad pun akan melakukan riset di lokasi ini melalui program Academic Leadership Grant (ALG) 1-1-6.

Dengan program pendampingan tersebut, petani “Katata” bisa langsung mengirim ke PT. Hero Supermarket dengan layanan logistik yang telah disiapkan Unpad. “Dengan brand bersama ini, permintaan pasar semakin meningkat,” kata Dr. Tomy.

Apresiasi juga disampaikan Prof. Wawan. Menurutnya, pengembangan petani “Katata” di Desa Margamukti ini salah satu bentuk hilirisasi penelitian yang dilakukan oleh Unpad. “Kerja sama ini harus kita kembangkan terus sehingga para petani kita bisa lebih sejahtera,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wawan juga meresmikan Laboratorium Pengembangan Benih Wortel dan Baby Kenya Bean, di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan. Selain itu, rombongan juga melihat bangunan “Greenhouse Plantlate” untuk tempat pembibitan tanaman kentang.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

sumber : Unpad.ac.id

Leave a Reply