3 Cara untuk Berhemat

Posted by on Jun 6, 2015 in Trik & Tip | 0 comments

3 Cara untuk Berhemat

“Duh, saya boros banget!” begitu keluhan banyak orang tentang kebiasaan mengeluarkan uang. Dari mengeluarkan uang untuk hal-hal yang memang esensial dan penting, sampai untuk hal-hal yang tidak penting, tidak terencana, dan tidak “mengancam nyawa”.

Setiap gajian, banyak pula dari Anda yang berjanji untuk tidak boros di bulan ini. Namun pada kenyataannya pemborosan terus berulang-ulang terjadi, untuk hal-hal yang juga dikeluhkan boros pada bulan sebelumnya.

Padahal, dengan langkah cepat, pemborosan dapat Anda tindas. Yang penting Anda punya komitmen untuk menghentikan pemborosan. Artinya, Anda harus punya sikap sukarela melepas kegiatan pemborosan, yang sesungguhnya Anda selama ini tahu bahwa itu salah. Atau paling tidak suara hati Anda yang berkata bahwa pemborosan yang Anda lakukan salah.

Simak 3 langkah berikut agar upaya berhemat Anda berjalan sukses:

Tinggalkan kartu kredit di rumah. Kalau Anda keluar rumah dengan membawa dompet berisi kartu kredit, itu berarti kemungkinan Anda menggunakan kartu itu – apalagi kalau Anda saat itu tidak punya uang sungguhan – sangat besar. Dorongan untuk melakukan pengeluaran secara impulsif bakal sangat besar dan tak tertahankan, membuat Anda enteng saja menggesek kartu kredit. Alih-alih membawa kartu kredit, bawalah kartu debet. Setidaknya, ketika hendak menggunakan, Anda masih dipaksa berpikir berapa saldo yang ada di dalam rekening bank Anda. Keinginan untuk melakukan pengeluaran impulsif niscaya bakal padam begitu Anda mulai berpikir keras mengenai saldo rekening bank.

Tunda pembelian. Ini pertempuran antara needs dan wants, alias kebutuhan Vs. keinginan. Seringkali apa yang sebetulnya merupakan keinginan menyamar menjadi sesuatu yang diberi nama kebutuhan. Dan kebutuhan itu penting dipenuhi, bukan? Nah, agar Anda bisa memilah dengan cermat mana yang kebutuhan sungguhan dan mana yang hanya sekadar keinginan, tunda saja pembelian selama 30 hari. Dalam 30 hari itu berjanjilah untuk selalu fokus memikirkan apa yang terjadi bila Anda tidak membeli barang tersebut, dan apa yang terjadi ketika Anda membeli barang tersebut, dan lakukan perbandingan harga. Dan ketika setelah 30 hari ternyata Anda masih menginginkannya, silakan beli. Tetapi setidaknya Anda sudah membantu arus kas pribadi Anda selamat selama 30 hari tersebut. Atau, justru barang itu sudah laku.

Buat kelompok dukungan. Apabila resolusi tahun baru Anda adalah mengurangi pemborosan yang selama ini Anda lakukan, dan resolusi ini berulang dari tahun ke tahun namun gagal Anda laksanakan, mungkin karena Anda tidak punya kelompok dukungan. Memberitahu orang lain tentang resolusi Anda ibarat Anda berteriak menghadap ke tebing: gemanya akan kembali kepada Anda. Lakukan berulang kali pada kelompok dukungan – bisa keluarga, teman sepermainan atau teman kantor – maka Anda akan memperkuat gema itu dan menciptakan kepercayaan diri Anda untuk menaati gema itu. Kelompok dukungan juga sangat efektif untuk mengawasi dan menasehati ketika Anda keluar jalur. (Antono Purnomo)

Leave a Reply